Sukses Memimpin dalam program Work from Home

Sukses Memimpin dalam program Work from Home

  •  11 bulan yang lalu

Pada hari selasa 7 April 2020 kemarin, Badan Nasional Penanggulangan Bencara mengumumkan bahwa kondisi status darurat virus Corona diperpanjang sampai tanggal 29 Mei 2020.   Artinya arahan pemerintah agar dilakukan program Social Distancing dan Work from Home juga akan diperpanjang  selama kurang lebih 50 hari lagi.  

Work from home merupakan pola kerja baru yang tiba-tiba harus dilakukan  oleh sebagian besar karyawan termasuk para manager dan pemimpinnya tanpa pembekalan sama sekali.  Memang saat ini bekerja dari rumah dimungkinkan untuk dilakukan karena tersedianya tehnologi internet dengan berbagai aplikasi komunikasi (seperti Whatsapp, line dan beberapa aplikasi komunikasi lainnya) maupun aplikasi untuk rapat virtual (seperti Zoom, Google Hangout dll).  Namun bekerja secara virtual ini tentu memiliki berbagai masalah dan kerumitan tersendiri.  

Beberapa dinamika kerja baru yang mungkin terjadi pada saat work from home ini diantaranya adalah :

  1. Kualitas komunikasi internet dan sinyal yang di Indonesia ini belum merata.
  2. Masih adanya karyawan yang gagap Tehnologi dan masih gamang dalam menggunakan aplikasi kerja yang tersedia. 
  3. Tidak adanya ruang khusus untuk bekerja di rumah masing-masing  karyawan/wati.
  4. Gangguan dari anggota keluarga (anak dan pasangan hidup) yang belum memahami bahwa walaupun bapak/ibu nya di rumah, namun tetap harus menjalankan tugas kerja nya dan bukan liburan.
  5. Kesiapan mental dari karyawan / wati untuk bisa bekerja di rumah secara produktif.  Komitmen untuk tetap melakukan kegiatan kerja dan memberikan hasil kerja sangat bisa jadi menurun dengan tajam. 
  6. Kendala lainnya

Dinamika kerja di rumah di rumah ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pemimpin didalam menjalankan fungsi kepemimpinannya.  Untuk itu para pemimpin dituntut untuk memikirkan berbagai kiat tambahan agar produktifitas kerja tim nya tetap terjaga tinggi walaupun bekerja di rumah dengan pantauan secara fisik minimal.

Dibawah ini ada beberapa kiat yang bisa membantu para pemimpin untuk tetap ber kinerja walaupun tim nya tersebar di berbagai lokasi dengan berbagai dinamika masing-masing.

  1. Buat program kerja yang untuk masing-masing anggota tim yang jelas dan rinci dilengkapi dengan tolok ukur yang spesifik termasuk target waktu penyelesaiannya.
  2. Bekali para karyawan dengan panduan untuk dapat menggunakan aplikasi internet untuk rapat yang disepakati untuk digunakan bersama.  Panduan ini patut dilengkapi dengan aturan main rapat virtual yang tentunya sedikit berbeda dibanding dengan aturan main rapat temu muka biasanya
  3. Bekali para karyawan dengan panduan untuk menjelaskan pada keluarga nya tentang perlunya karyawan-wati ini fokus bekerja walau di rumah.  Bila perlu berikan contoh-contoh penjelasan untuk anak SD, untuk anak ramaja, untuk pasangan hidup dll.  Contoh penjelasan ini tentu dapat dimodifikasi disesuaikan dengan karakteristik keluarga masing-masing karyawan.
  4. Bila dibutuhkan, buat kebijakan untuk memberi fasilitas bagi anggota tim untuk dapat bekerja di coffee shop/cafe sekitar rumahnya. Biaya untuk membeli secangkir kopi di coffee shop / cafe ini adalah pengganti dari tunjangan  transportasi  yang tentunya sirna karena bekerja dari rumah.
  5. Bila dibutuhkan rapat secara virtual, buat sasaran dan agenda rapat serinci mungkin termasuk berbagai informasi yang harus disiapkan masing-masing anggota tim sebelum rapat virtual.
  6. Sepakati hari dan jam spesifik untuk lakukan evaluasi kerja masing-masing anggota tim.
  7. Berikan umpan balik / Feedback secara spesifik terhadap setiap keberhasilan maupun kegagalan anggota tim dalam memenuhi target kerja nya.  Perlu diperhatikan bahwa evaluasi dan feedabck ini perlu dilakukan secara berkala sejak langkah awal dari penugasan.

Untuk lebih memastikan keberhasilan dari berbagai kiat diatas, maka peran aktif dari pemimpin, mutlak dibutuhkan.  Pemimpin seyogyanya dapat beremphaty terhadap berbagai dinamika yang sedang dihadapi anggota tim nya dalam menghadapi pola kerja baru yang bersifat tiba-tiba ini.  

Tetap berkinerja walau tidak bersua .