Peran Divisi SDM dalam Mengatasi Pandemik Covid19

Peran Divisi SDM dalam Mengatasi Pandemik Covid19

  •  11 bulan yang lalu

Pandemik Covid19 dengan program Work from Home & physical Distancing telah merubah secara tiba-tiba berbagai tatanan kerja yang sudah mapan dilakukan bertahun-tahun sebelumnya.   Interaksi tatap muka yang menjadi landasan berinteraksi dalam rangka produksi dan berprestasi sekarang langka untuk bisa dilakukan.  Padahal berbagai kebijakan dan infrastruktur kerja disiapkan untuk memfasilitasi interaksi tatap muka tadi.  Maka tidak dapat dihindari yang terjadi adalah berbagai kekacauan kerja dengan beberapa contoh dibawah ini :

  1. Karyawan tidak tahu kegiatan kerja apa saja yang harus dilakukannya di rumah.
  2. Karyawan tidak memiliki fasilitas kerja yang memadai untuk bekerja dari rumah.
  3. Supervisor bingung untuk dapat memantau dan memotivasi anak buahnya.
  4. Berbagai rencana kerja baik dibagian Penjualan, Produksi, keuangan , IT, SDM perlu di sesuaikan, namun variabel yang menjadi referensi perencanaan selalu berubah
  5. Dan berbagai kondisi kekacauan lainnya yang berujung pada penurunan angka penjualan dengan segala dampaknya.

Divisi Human Resources sebagai Business Partner dan Strategic Partner dari pimpinan perusahaan dituntut untuk bisa tampil dengan secara cepat dan tepat membuat berbagai keputusan agar karyawan dapat bekerja dengan nyaman dan produktif sehingga Kinerja dari perusahaan dapat dijaga atau ditingkatkan.   Kondisi krisis seperti ini merupakan kesempatan emas bagi divisi HR untuk menciptakan “Employee Experience” / pengalaman karyawan yang positif.

Berbagai aspek yang perlu mendapat prioritas sentuhan dari divisi HR adalah :

  1. Bila perusahaan terpaksa melakukan PHK atau merumahkan karyawan, lakukan proses ini secara manusiawi dan penuh empathi.  Pekerjaan paling tidak enak dibidang manajemen SDM ini bila dilakukan dengan benar akan memberikan pengalaman positif terutama bagi karyawan yang masih tinggal dan kita harapkan untuk tetap berkontribusi.
  2. Mengembalikan rasa aman karyawan dalam bekerja dari  sisi Job security.  Perusahaan harus segera kembali beroperasi dengan tingkat produktifitas yang sama seperti sebelum krisis atau lebih tinggi.  Semua karyawan diharapkan dapat memberikan kontribusi optimalnya.  Divisi HR harus meyakinkan karyawan yang ada, bahwa pekerjaan mereka aman dan mendorong karyawan untuk mengaktualisasikan potensi mereka sehingga perusahaan dapat segera pulih dan memenangkan persaingan.
  3. Memberikan rasa aman karyawan yang bekerja di kantor atau pabrik dari kemungkinan tertular Corona.  Bagi karyawan yang masih harus bekerja di pabrik atau kantor, divisi HR harus menyiapkan berbagai fasilitas sanitasi untuk membuat karyawan merasa aman dari kemungkinan tertular Corona dari aktifitas kerjanya
  4. Mempercepat proses pembentukan “Digital Ready Employee”.  Work from Home menuntut karyawan untuk memiliki ketrampilan, perilaku dan kedisiplinan tersendiri.  Contoh mudahnya adalah karyawan harus fasih dalam meng akses dan memanfaatkan berbagai aplikasi seperti webex , Google meet, Zoom dll
  5. Menyesuaikan berbagai kebijakan di bidang manajemen SDM, ke pola kerja Work from Home  
    1. Performance Management.  KPI yang di akhir tahun 2019 kemarin telah diformulasikan sudah tidak relevan lagi untuk digunakan dan harus disesuaikan dengan kondisi work from home dan tantangan pasar yang baru.
    2. Reward Management.  Anggaran Reward yang dialokasikan di tahun 2019 kemarin, kemungkinan besar akan berubah dengan adanya perubahan pencapaian penjualan. Alokasi anggaran Reward juga harus disesuaikan dengan pola kerja baru karyawan.
  6. Mempersiapkan infrasutruktur dan fasilitas Work from Home.  Bekerja sama dengan divisi IT, berbagai fasilitas seperti server penyimpanan shared document yang aman, hardware karyawan yang menopang , fasilitas paket internet bagi karyawan perlu diselenggarakan
  7. Mengelola anggaran HR seoptimal mungkin. 

Situasi krisis seperti pandemi Corona ini merupakan kesempatan bagi perusahaan melalui divisi HR nya untuk membuat karyawan meyakini bahwa perusahaan hadir dan peduli terhadap mereka.  Ini kesempatan untuk menciptakan Employee Experience yang positif sehingga karyawan tahu bahwa mereka memang bergabung pada perusahaan yang tepat.

Hardy Ong (Direktur Success Learning Center)