Pemimpin yang berpengaruh

Pemimpin yang berpengaruh

  •  10 bulan yang lalu

Tugas dari seorang pemimpin adalah menggerakkan orang lain (tim yang dipimpin) untuk mencapai tujuan organisasi.  Untuk dapat menggerakkan orang lain, seorang pemimpin memiliki beberapa Power / Wewenang / Kekuasaan dalam organisasi :

  1. Legitimate Power : wewenang yang diperoleh karena jabatan yang disandangnya di organisasi .  Contoh : Wewenang untuk membagi-bagikan tugas. 
  2. Coercive Power : Wewenang untuk memaksa dan memberi hukuman.  Contoh Divisi HR ber wewenang untuk memaksa setiap karyawan datang ke kantor tepat waktu
  3. Reward Power : Wewenang untuk memberi hadiah.  Contoh : wewenang untuk menentukan alokasi bonus, mengusulkan promosi dll
  4. Expert Power : Kekuasaan atau otoritas karena memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan perusahaan. Contoh : Pengetahuan perpajakan atau di bidang Riset.
  5. Referent Power : Kekuasaan karena memiliki relasi yang dekat dengan orang-orang kunci di perusahaan atau jejaaring yang luas.  Contoh : Sekretaris Direksi, memiliki referral power karena dekat dengan para pembuat keputusan. 

Seorang pemimpin seyogyanya memiliki kemampuan untuk mendayagunakan wewenang yang dimilikinya sesuai dengan situasi yang dihadapi dan orang yang dipimpinnya.

Penggunaan berbagai jenis power itu menghasilkan reaksi yang berbeda-beda dari anak buah yang dipimpinnya. Penggunaan Coercive Power, biasanya menghasilkan reaksi penolakan atau bertahan.  Penggunaan Legitimate dan Reward power menghasilkan reaksi kepatuhan.  Sementara penggunaan referent dan Expert Power menghasilkan reaksi komitmen.  Sebagai seorang pemimpin, reaksi manakah yg diharapkan muncul dari anak buah nya ?

Bila kita mengharapkan anak buah kita bekerja dengan penuh komitmen maka power yang kita dominan kita gunakan seyogyanya Expert dan referent Power .  Gaya memimpin seperti ini disebut dengan Influential Leadership. Jadi definisi  Influential Leadership adalah kemampuan untuk mengajak orang lain melakukan suatu tindakan tanpa mengandalkan kekuatan jabatan.

Salah satu tantangan yang dihadapi pemimpin saat ini adalah mengelola multi generasi yang masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda.  Untuk generasi millenial, wewenang  yang manakah yang lebih bisa diterima, relatif dibandingkan dengan Gen X ?    Berdasarakan pengalaman, maka gen Y lebih nyaman bila dipimpin dengan  reward, expert dan referent power

Dalam implementasi nya Influential Leadership menggunakan langkah-langkah sbb :

  • Art of persuasion  : kemampuan untuk meyakinkan
  • Inspiring Commitment : Kemampuan untuk menumbuhkan komitmen
  • Strategic Control : melakukan pemantauan yang memadai namun tidak berlebihan

Art of Persuasion

Sebagai pemimpin yang tentunya lebih memiliki kedekatan dengan pimpinan puncak (Referent Power) maka Langkah pertama dalam mempraktekkan inluential leadership adalah dengan membagikan visi perusahaan yang dijabarkan menjadi program kerja divisi / dept.   Dengan pengetahuan dan pengalaman dibidang manusia, pahami apa yang saat ini dianggap penting bagi masing-masing anggota tim nya.   Visi perusahaan dan program kerja divisi / dept hanya akan membawa pada produktivitas bila pemimpin dapat mengajak anggota nya memahami bahwa pencapaian Visi ini akan memberi dampak positif pada kehidupan pribadinya.

Inspiring Commitment

Dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki (Expert Power) , seorang pemimpin diharapkan dapat menggali berbagai ide dan potensi dari anggota tim nya.  Dengan dimanfaatkannya berbagai ide dari anggota tim , maka akan terciptakan suasana kerja kolaboratif .   Ketrampilan menggali dan menghargai sangat dibutuhkan untuk ciptakan “We – ness”

Strategic Control

Influential leadership menghindari penggunaan micromanaging, pemimpin tidak perlu ikut serta sampai ke hal-hal yang kecil-kecil.  Namun pemimpin wajib mengikuti perkembangan pekerjaan yang dilakukan oleh tim nya.  Untuk mampu memantau tanpa membuat anggota tim merasa dipelototi, maka pemimpin dapat mendorong tim nya untuk menentukan mekanisme pemantauan dan menciptakan alat pantau yang dapat dilihat oleh pemimpin maupun anggota tanpa harus melakukan laporan tatap muka.