Membangun Perusahaan Juara  Dari 1 tahun pandemi Covid19

Membangun Perusahaan Juara Dari 1 tahun pandemi Covid19

  •  2 minggu yang lalu

Pandemi Covid 19 sudah berlangsung selama 1 tahun  dengan segala dinamikanya. Beberapa vaksin sudah dinyatakan layak pakai dan sudah didistribusikan, herd immunity  mudah-mudahan  segera terjadi dan  covid 19 ini berubah menjadi seperti virus flu lainnya.   Pandemi Covid 19 bukan hanya masalah penyakit dan kesehatan saja, pandemi  Covid 19 sudah merubah tatanan sosial, tatanan pola kerja dan “menormalkan” perputaran roda ekonomi yang sebelumnya sudah kelewat panas.  

Pandemi Covid 19 menjadi contoh nyata situasi “Disruption” dengan konsep “VUCA” (Volatility, Uncertainty, Complexity,  Ambiguity), dan pandemi Covid19 juga menjadi ajang pembuktian kemampuan manusia (species Homo Sapiens) dalam beradaptasi. Model kehidupan baru yang disebut “New Normal” diperkenalkan dengan berbagai atribut nya seperti bekerja dari rumah (Work from Home), penggunaan masker dalam kegiatan keseharian, social and physical distancing, dll.  Dalam era new normal ini terbukti  sebagian besar perusahaan dapat  bertahan hidup, walaupun harus melakukan penghematan disana-sini termasuk melakukan pengurangan tenaga kerja.  Memang ada beberapa perusahaan yang harus gulung tikar, tapi realitanya hidup dan roda ekonomi terus berputar.

Sebagai  saksi hidup dan pelaku ekonomi di era pandemi covid19, sebenarnya ada banyak pelajaran yang dapat dipetik dari pandemic covid19 dengan new normal-nya yang beberapa diantaranya bermanfaat untuk dapat membangun perusahaan juara  yang tahan banting. Beberapa  pelajaran tersebut diantaranya adalah :

  • Selama masih ada kebutuhan manusia, maka roda ekonomi akan tetap berputar dan masih ada kesempatan bagi perusahaan untuk memproduksi sesuatu untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sebagai contoh, ada beberapa hotel yang bermetamorfosa menjadi tempat isolasi mandiri terintegrasi. Kuncinya adalah tetap peka terhadap kebutuhan yang ada dan siap berubah.
  • Tehnologi  akan berkembang untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam menghadapi situasi-situasi kritis yang spesifik.  Contoh: teknologi penelitian dan pembuatan vaksin yang lebih cepat dibanding sebelumnya, munculnya Zoom, webex, Microsoft  Team, Google meet dll untuk memenuhi kebutuhan interaksi jarak jauh.
  • Remote working terbukti dapat memberikan produktivitas kerja yang setara dengan pola kerja temu muka, dengan bantuan teknologi internet, aplikasi komunikasi yang tepat dan penyesuaian pola supervisinya. 
  • Ada banyak jenis pekerjaan yang dapat dilakukan secara remote namun tidak semua pekerjaan dapat dilakukan secara remote. Manajemen perlu melakukan kajian lebih lanjut untuk dapat memilih dan memilah jenis pekerjaan apa saja yang dapat dikerjakan dari rumah dengan produktivitas yang terjaga atau lebih tinggi.
  • Karyawan yang sudah merasakan nyaman dan mendapatkan manfaat dari pola bekerja dari rumah akan cenderung mempertahankan pola kerja ini. Bila karyawan ini dipaksa untuk kembali kerja tatap muka di kantor dengan harus menghadapi macet lagi dan kehilangan berbagai manfaat pola kerja remote, maka kemungkinan karyawan ini akan mencari opsi kerja lain.
  • Kebutuhan ruang kerja untuk perkantoran bisa dihemat.  Dengan adanya beberapa kegiatan kerja yang bisa dilakukan secara remote dari rumah, maka kebutuhan akan ruang perkantoran dapat diminimalisir dan biaya administrasi dapat dihemat.
  • Pada saat dibutuhkan pengurangan biaya operasional, maka salah satu pos biaya yang menjadi sasaran pertama untuk dipangkas adalah biaya karyawan kontrak dan karyawan non permanen lainnya.  Komposisi ratio ideal antara karyawan permanen dan non permanen perlu dipelajari secara lebih mendalam dan hati-hati.
  • Pada saat terjadi pengurangan karyawan kontrak dan non permanen lain, maka kegiatan kerja yang tetap ada harus dikerjakan oleh karyawan permanen  yang masih bekerja.  Dibutuhkan kemampuan belajar yang cepat  (Agile) agar karyawan dapat melakukan beragam jenis kerja yang berbeda (Multi tasks  and multi skills).  
  • Dalam era disruptive dengan VUCA nya maka dibutuhkan  cash management dengan alokasi untuk Dana Kejadian tak terduga yang memadai. 

Perubahan di dalam kehidupan manusia pada umumnya dan dalam dunia usaha / kerja akan berlangsung terus dengan percepatan perubahan yang semakin tinggi.  Pandemic covid 19 menjadi guru yang baik bagi kita semua untuk mempersiapkan diri  menghadapi berbagai perubahan yang pasti akan terjadi di masa depan dan tetap menjadi perusahaan juara.