FIRE (Financial Independence, Retire Early)

FIRE (Financial Independence, Retire Early)

  •  10 bulan yang lalu

Berapa jumlah korban PHK karena pandemi Covid 19?   Per tanggal 20 April 2020 Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan jumlah korban PHK adalah 2.8 juta orang karyawan.  Namun pada tanggal 5 mei 2020, ketua Kadin menyatakan bahwa angka yang disampaikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan itu hanya korban PHK dari perusahaan – perusahaan besar yang melaporkan saja.  Jumlah korban PHK sebenarnya bisa jauh lebih besar, sebab perusahaan UMKM yang melakukan PHK tidak akan melaporkan nya ke Kementerian Ketenagakerjaan.  Wakil Ketua Umum Kadin Suryani Motik menyatakan jumlah korban PHK bisa mencapai 15 juta jiwa.

Kondisi memprihatinkan  ini tidak  hanya dialami  oleh Indonesia, negara adidaya seperti Amerika Serikat pun mengalami masalah serupa atau bahkan lebih buruk.   Pada tanggal 22 Mei 2020, Republika.com menurunkan berita bahwa jumlah penduduk AS yang mengajukan tunjangan Pengangguran telah membengkak menjadi hampir 39 juta orang. 

Apa yang dapat kita pelajari dari realita diatas ? Tentu ada banyak yang dapat kita pelajari, tergantung kita mau lihat dari sudut pandang apa.  Pada kesempatan ini saya mau mengajak teman-teman menarik pelajaran dari sudut pandang “Job Security”, keberlanjutan bekerja. 

Saat ini mungkin kita masih beruntung memiliki pekerjaan tetap dengan gaji bulanan yang tetap pula.  Namun belajar dari pengalaman pandemi Covid 19 kali kini, kita harus belajar bahwa di masa depan setiap saat ada kondisi yang tidak terduga yang membuat kita bisa jadi korban PHK.  Situasi tak terduga ini akan berlanjut, bahkan mungkin dalam frekwensi yang lebih sering.  Maka para ahli menyebutnya dengan periode  VUCA (Volatile, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).

Lalu apa yang harus kita lakukan ?  Kita harus mempersiapkan diri sedini mungkin! kita harus set mental kita  untuk mencapai suatu kondisi yang disebut dengan FIRE (Financial Independence, Retire Early) atau pensiun dini namun secara mapan secara keuangan.  Sehingga kita siap kehilangan pekerjaan , sekiranya terjadi lagi krisis  seperti pandemi Covid 19 ini.

Dengan bekal mindset  FIRE, maka ada 2 hal pokok yang kemudian harus kita lakukan yaitu :

  1. Manajemen Kas / Keuangan
  2. Manajemen Investasi.

Manajemen Kas / Keuangan

Dengan kesadaran bahwa kita berencana untuk pensiun dini, maka sebagian dari pendapata bulanan, harus kita sisihkan untuk investasi .  (Bukan untuk ditabung dalam bentuk rupiah lho). Berapa persenkah pendapatan yang harus disisihkan untuk investasi ? Tidak ada angka yang definitif sebab bergantung dari pendapatan bulanan yang diperoleh.  Namun semangat nya adalah berapapun pendapatan yang diperoleh, sebagian atau kalau bisa sebagian besar dari pendapatan bulannan disisihkan untuk investasi.  Pada “jaman susah” beberapa dekade yang lalu,  ada  masyarakat etnis tertentu yang mengajarkan kepada anak-anaknya untuk hanya menggunakan 20% dari pendapatan bulanan untuk konsumsi dan sisanya di gunakan untuk investasi.  Bandingkan dengan kabar di awal pandemi Covid 19 yang memberitakan ada professional dengan gaji 80 juta / bulan yang keluarganya berantakan (bercerai) karena mengalami PHK dan sama sekali tidak memiliki tabungan untuk membayar beragam angsuran hutang untuk menopang gaya hidup konsumtif nya.  Peribahasa yang diterapkan pada manajemen kas ini adalah “Berakit-rakit ke hulu, berenang kemudian, bersakit-sakit dahulu – bersenang-senang kemudian” , hidup hemat dulu – tahan banting pada saat ada krisis.

Manajemen Investasi

Pendapatan bulanan yang disisihkan seyogyanya di investasikan sesuai dengan nilai dana nya. Perlu digarisbawahi disini bahwa ini adalah investasi jangka panjang, untuk dirasakan hasilnya pada saat kita memutuskan untuk pensiun dini.   Saat ini tersedia berbagai alternative  investasi dengan modal minimal.   Ada beberapa yang yang dapat dipertimbangkan :

  1. Emas : Emas merupakan jenis investasi yang relatif aman dari nilai inflasi dan mudah untuk dijual belikan.  Invesstasi emas ini seyogyanya dilakukan bukan dalam bentuk perhiasan tapi dalam bentuk logam mulia atau dirham/dinar.
  2. Saham : Nilai index  saham dalam jangka panjang selalu menanjak, walaupun dalam jangka pendek bisa fluktuatif naik – turun.  Untuk investasi jangka panjang pilihan investasi seyogyanya diberikan pada saham yang digolongkan sebagai bluechip.  Sebagai pengganti saham, maka investasi dapat dilakukan dalam bentuk reksadana.
  3. Dll

Dalam kegiatan investasi ini peribahasa yang dapat diterapkan adalah “Don’t Put your egg in the same basket” , dimana kita disarankan untuk mendistribusikan investasi jangka panjang kita ke beberapa instrumen investasi, demi keamanan investasi kita.

Dimulai dengan mindset FIRE,  disiplin dalam lakukan manajemen kas dan investasi, maka kita siap menghadapi VUCA dengan berbagai krisis nya.  Bila anda ingin memiliki bekal pengetahuan untuk FIRE yang berhasil, silahkan hubungi info@slcway.com.

Hardy Ong (Direktur Success Learning Center)