Apa yang akan terjadi Dalam Next Normal?

Apa yang akan terjadi Dalam Next Normal?

  •  4 minggu yang lalu

Tentu kita sudah akrab dengan istirah “New Normal” sebagai suatu tatanan ekonomi atau industri dan masyarakat baru, yang terpaksa terjadi karena manusia harus beradaptasi terhadap kehadiran partner hidup baru bernama Covid19. Mulai Januari 2021, diberbagai belahan dunia termasuk Indonesia,  mulai dilakukan vaksinasi Covid19 secara masal, dan memunculkan harapan akan segera terjadinya “Herd immunity”  dan Covid19 akan berubah menjadi sebagaimana virus influenza lainnya.  

Kondisi ini tentu akan mendorong terjadinya restrukturisasi ulang terhadap tatanan ekonomi atau industri dan masyarakat. Keinginan untuk bersosialisasi dan menikmati indahnya kegiatan-kegiatan off-line akan muncul ditengah keinginan untuk mempertahankan manfaat dan nyamannya berbagai kegiatan online dengan dukungan teknologi.  Struktur baru  ekonomi atau industri dan masyarakat pada titik temu antara kegiatan off-line dan online ini memunculkan jargon baru lagi yang disebut dengan “Next Normal”.   Kemungkinan besar “Next Normal” ini akan ditandai dengan beberapa karakteristik seperti :

  • Penggunaan Tehnologi berlanjut : Selama pandemic covid19 berlangsung, tanpa disadari proses pembelajaran penggunaan tehnologi telah mengalami percepatan.  Saat ini berbagai kegiatan kerja maupun social sudah lazim menggunakan aplikasi seperti Zoom, Microsoft Team, Google meet dll.  Kalau kegiatan rapat, pelatihan menggunakan berbagai aplikasi tadi sudah menjadi kejadian sehari-hari. Namun sekarang hadir pada upacara pemakaman atau kremasi kerabat di luar negeripun yang meninggal dunia pun sudah mulai dilakukan via aplikasi-aplikasi tadi. Kemudahan dalam berinteraksi dan menjalankan fungsi kerja dan sosial ini akan terus dilanjutkan dan dimanfaatkan. Belum lama ini  sebuah lembaga konsultan ternama Mc. Kinsey melakukan survey yang mendapatkan temuan bahwa 85% dari responden menyatakan bahwa proses digitalisasi di perusahaan yang mereka pimpin mengalami percepatan yang berarti. Bukan hanya dalam hal interaksi antar karyawan, namun sekarang interaksi dan transaksi dengan konsumen dan supplier pun dilakukan dengan teknologi.
  • Pola kerja kombinasi : Setelah perusahaan dan karyawan membuktikan bahwa banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah dengan hasil kerja yang setara dengan bila dilakukan di kantor maka pola kerja dari rumah ini akan terus berlanjut.  Namun ada beberapa jenis pekerjaan yang memang harus dikerjakan di kantor atau pabrik. Untuk meningkatkan koordinasi, kerja di kantor akan meningkat namun kerja dari rumah akan tetap dipertahankan. Kemungkinan akan ada kesepakatan hari-hari tertentu karyawan diminta untuk bekerja di kantor, bisa jadi bergiliran sehingga koordinasi berlangsung dengan lebih baik, namun kerumitan dengan harus menghadapi kemacetan menuju kantor setiap hari dapat dihindari.
  • Dibatasinya Karyawan tetap. Melalui pandemic covid 19 ini, para pimpinan perusahaan akan mencari jalan agar perusahaan yang dipimpinnya bisa semakin gesit dalam menghadapi berbagai perubahan yang akan sering terjadi.  Karyawan lepas atau karyawan kontrak akan menjadi salah satu opsi yang dianggap sebagai solusi.  Kebutuhan untuk menghadapi kebutuhan pelanggan yang berubah-ubah, membutuhkan karyawan dengan kompetensi yang berubah-ubah juga.  Memiliki karyawan tetap kan menjadi mahal dan kurang gesit. 
  • Lebih banyak karyawan yang memilih menjadi karyawan lepas. Di lain pihak, para karyawan yang telah belajar selama pandemic bahwa mereka bisa melaksanakan kegiatan produktif dari rumah sambil menjalankan peran lain sebagai ayah atau ibu akan cenderung mempertahankan pola kerja ini.  Bahkan mereka akan segera belajar bahwa  kompetensi mereka dapat dijual untuk perusahaan lain tanpa mengorbankan kualitas kerja diperusahaan lama.   Para karyawan professional ini akan melihat menjadi karyawan lepas akan memberi mereka kebebasan dalam bekerja. 
  • Dibutuhkan Coworking space di area pemukiman. Para karyawan yang bekerja dari rumah ini ada saat nya membutuhkan waktu-waktu yang lebih memungkinkan untuk berkonsentrasi lepas dari intervensi suasana dan kegiatan rumah.  Mereka membutuhkan ruang kerja sementara dengan dukungan internet ber kualitas.  Untuk itu kehadiran Coworking space di dekat area pemukiman menjadi akan menjadi solusi bagi para karyawan ini.

Next Normal akan segera hadir, mari persiapkan diri kita masing-masing untuk dapat tetap bertahan atau bahan memberi dampak yang lebih besar bagi masyarakat luas.

Hardy Ong (Direktur SLC)